Psychedelic Pointer 12
Selasa, 18 Oktober 2022

 


SHORTIME - Dalam lima bulan pertama kehamilannya, Shakeela Bibi tidak merasakan kendala berarti. Dia memilih nama untuk bayinya, Utsman, dan membuat pakaian dan perabotannya.


Dia melakukan pemeriksaan rutin di rumah dan memiliki akses ke pengobatan. USG mengungkapkan bahwa bayi itu berada dalam posisi sungsang. Dokter lalu menyuruh Bibi untuk lebih berhati-hati dan beristirahat.




Kemudian datanglah banjir besar di musim panas pada tahun ini. Rumah Bibi di kota Rajanpur, Pakistan selatan, terendam air, dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (19/10/2022).


Ketika Bibi berbicara kepada The Associated Press bulan lalu, dia tinggal di sebuah kamp untuk keluarga pengungsi. Dengan tanggal kelahirannya yang semakin dekat, dia takut dengan kemungkinan bahwa bayinya akan terlahir sungsang dengan hampir tidak adanya perawatan kesehatan yang dapat diakses.


“Apa yang terjadi jika kesehatan saya tiba-tiba memburuk?” kata Shakeela. Dia kekurangan darah dan terkadang tekanan darah rendah, tetapi dia mengatakan tidak bisa makan dengan benar di kamp. “Saya sudah berada di kamp selama dua bulan, tidur di tanah, dan ini memperburuk situasi saya.”


Perempuan hamil berjuang untuk mendapatkan perawatan setelah banjir dengan tingkat keparahan yang belum pernah terjadi sebelumnya melanda Pakistan. Sepertiga wilayah negara itu tergenang dan jutaan orang terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. Setidaknya terdapat 610.000 perempuan hamil yang terkena dampak banjir, menurut Population Council, sebuah organisasi kesehatan reproduksi yang berbasis di Amerika Serikat.

#news

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © SHORTIME - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -